Fiksi Adalah | Pengertian dan Definisi.

Pengertian dan Definisi Fiksi. Fiksi adalah sebuah karya sastra naratif yang berupa cerita rekaan hasil iamjinasi atau khayalan penulisnya. Karena hasil hayalan, imajinasi dan rekaan, maka kisah fiksi tidak terikat dengan sejarah atau kenyataan yang terjadi di dunia nyata. Dan kejadian-kejadian atau kebenaran-kebenaran yang terjadi dalam sebuah kisah fiksi tidak berlaku di dunia nyata. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata bisa terjadi di dunia fiksi. 

Bentuk fiksi prosa yang umum antara lain: cerpen, novel, fabel, parable, legenda, mitos, dongeng, hikayat, epik, puisi dan lain-lain.

Namun begitu, meski cerita fiksi merupakan hasil imajinasi penulis, tak jarang idenya di dasarkan pada kisah yang terjadi di dunia nyata. Baik yang berupa fakta sejarah, kejadian ilmiah atau berdasarkan kisah hidup seseorang. Cerita fiksi seperti ini di kelompokkan dalam kategori Fiksi Non-Fiksi, yaitu karya fiksi yang dasar ceritanya merupakan sebuah fakta. Dan fiksionalitasnya tertuang melalui percakapan dan pemikiran para tokohnya.


Contoh fiksi yang termasuk non-fiksi adalah:
  • Fiksi Sejarah (Historical fictions) adalah fiksi yang ditulis berdasarkan kejadian sejarah. Cerita ini terikat oleh fakta-fakta sejarah. Contohnya: Krakatau, G30S/PKI
  • Fiksi Ilmiah (Science fiction)adalah fiksi yang di tulis berdasarkan fakta ilmu pengetahuan. Seperti tentang angkasa luar, kejadian medis, peristiwa-peristiwa ilmiah. Contohnya: Time Machine, Startrek, ET, dll.
  • Fiksi Biografis (Biographical fiction) adalah fiksi yang di tulis berdasdarkan kisah perjalanan hidup seorang tokoh. Contohnya: Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat. Curious case of Benyamin Button, dll.
Baca Juga:


Ciri dan Fungsi Fiksi
Fiksi memiliki ciri dan Fungsi. Semi (2008) menyatakan ahwa sebuah fiksi memiliki ciri-ciri yang antara lain adalah:
  • Memiliki unsur cerita atau narasi
  • Bahasa yang di gunakan tidak homogen
  • Terdapat kejadian yang di ceritakan
  • Susunan peristiwa di tata secara kronologis

Sementara itu, Muhardi dan Hasanuddin (1992) menyatakan bahwa fiksi memiliki fungsi, yaitu:
  • Mengembangkan nilai ptraktis dan memperbanyak nilai normatif dan nilai estetis.
  • Media untuk menularkan pikiran kreatif, kepekaan rasa, kemapanan isi, kebijaksaan serta kearifan pengarang.
  • Untuk merangsang pembaca dalam mengenali, menghayati, menganalisa dan merumuskan nilai-nilai kemanusiaan.

Jenis dan Format Fiksi

Fiksi dapat kita jumpai dalam berbagai format. Ada yang dalam bentuk buku, film, permainan video, program televisi, komik, dan lain-lain. Secara umum, ada 3 jenis fiksi, yaitu:

  • Cerita Pendek (Short Story) adalah fiksi yang berbentuk prosa naratif fiktif yang kisahnya cenderung padat dan langsung pada pokok tujuannya. Ciri sebuah cerpen adalah dapat di baca sekali duduk. Karena itu, biasanya cerpen tersusun dari 2000-10.000 kata. Contoh: Selubung Gurat hati
  • Novella adalah cerita pendek yang agak panjang atau cerita bersambung. Setiap bagiannya habis di baca sekali duduk, tapi kisahnya tidak berakhir saat itu, tapi memiliki lanjutan. Sebuah novella biasanya tersusun dari 17.500 sampai 50.000 kata. Contoh: Puisi Cinta yang Hilang by Meysha Lestari.
  • Novel adalah karya fiksi yang cukup panjang, ditulis dalam bentuk prosa naratif. Biasanya bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari atau peristiwa-peristiwa yang mereka alami. Ciri novel adalah tidak habis di baca sekali duduk, plot di arahkan pada insiden atau peristiwa jamak. perwatakan tokoh-tokohnya di kembangkan secara penuh, dan kisah di jabarkan secara luas mengikuti aspek ruang dan waktu. Contoh: Julung

Genre Fiksi

Banyak sekali kita jumpai genre-genre fiksi yang beredar luas di dunia literasi. Setidaknya ada 7 genre fiksi yang paling populer saat ini, yaitu:
Source: